Dua orang wanita tua duduk di atas anak tangga, di depan pintu gerbang. Mereka menghadap keluar, ke halaman katedral, menyambut orang-orang yang datang seperti dua orang penjaga. Orang-orang datang dengan kendaraan pribadi mereka. Ada sebagian sepeda motor, namun tak sedikit mobil yang terparkir. Mobil berbaris seperti dalam pameran, makin lama makin banyak. Mereka yang datang mengenakan baju yang bersih dan indah. Mereka masuk gerbang dengan senyuman, mencelupkan jari mereka pada air suci dan membuat tanda salib. Mereka tidak menghiraukan dua wanita tadi, melirik pun tidak. Mungkin mereka menganggapnya seperti patung penjaga. Atau mungkin karena pakaian mereka jelek dan kotor, ditambah kerudung seadanya yang menutupi sebagian rambut mereka. Dua wanita ini ditemani kotak plastik di depan mereka, berharap orang-orang menaruh sesuatu di dalamnya. Mereka adalah penjaga yang setia. Mereka telah berada di sana bertahun-tahun. Setelah melihat mereka beberapa minggu, aku tak sangg...