Langsung ke konten utama

Mengapa Aku Ada di Sini?


Seharusnya judul di atas adalah pertanyaan di benak semua orang. Karena kita sadar akan eksistensi diri sendiri, wajar jika kita mempertanyakannya. Berbeda dengan benda mati seperti batu yang tidak sadar pada dirinya sendiri. Kesadaran akan eksistensi diri inilah yang membedakan manusia dari hal lain.

Namun benarkah manusia lain sadar? Kita hanya sadar akan eksistensi diri sendiri. Karena itu judul di atas adalah “mengapa aku ada di sini?” bukan “mengapa kita ada di sini?”. Kita tak bisa memastikan kesadaran orang lain. Satu-satunya hal yang mutlak adalah eksistensi diri sendiri. Lantas, mengapa aku ada di sini?

Ada dua pandangan besar mengenai ini, yaitu materialisme dan idealisme. Materialisme menganggap eksistensi mendahului esensi. Kita ada terlebih dulu. Makna keberadaan kita mungkin tidak ada dan harus dicari sendiri. Sedangkan idealisme menganggap esensi mendahului eksistensi. Setiap hal yang ada di dunia memiliki maknanya sendiri, termasuk keberadaan kita.

Namun bagaimana pun pandangan kita, esensi merupakan kebutuhan dari hal yang bereksistensi. Kebingungan atau kesedihan karena ketiadaan esensi dalam hidup justru menunjukkan betapa kita membutuhkannya. Aku pun tak mengerti mengapa aku ada di sini, namun aku sedang mencarinya.

Sumber: pikiran yang berantakan, serta buku dan artikel yang sudah dilupakan


Bandung, 15 November 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Bahasa Sendiri

Bahasa buatan atau sering disebut  conlang  ( constructed language ) adalah bahasa yang sengaja dibentuk seseorang atau sekelompok orang untuk tujuan tertentu.  Conlang  biasanya dibuat sebagai penunjang dunia fiksi, seperti bahasa Elf dalam The Lord of The Ring atau bahasa Klingon dalam Star Wars. Namun ada juga  conlang  yang dibuat sebagai bahasa internasional alternatif, misalnya Esperanto. Entah apa pun tujuannya, membuat bahasa bisa sangat menarik dan memperluas wawasan linguistik. Berikut disajikan beberapa langkah membuat bahasa. 1. Suara / fonologi Tentukan jenis suara yang mau kamu masukkan dalam bahasamu. Kamu bisa memakai suara seperti pada bahasa Indonesia atau bahasa lain yang kamu pelajari. Huruf vokal umumnya ada 5, yaitu a, e, i, o, dan u. Tapi kamu bisa membuat variasi, misalnya ada 3 huruf vokal a, i, dan u seperti dalam bahasa Arab. Bisa juga kamu buat vokal-vokal a, ae, e, eo, eu, i, o, u seperti dalam bahasa Korea. Konsonan pun tak han...

Cara Mengatasi Minder dalam Menulis

Banyak orang suka menulis, namun tak semuanya mau menerbitkan tulisannya. Mereka yang baru terjun dalam dunia kepenulisan biasanya minder atau kurang percaya diri. Ada banyak alasan seseorang bisa minder, antara lain: merasa belum ahli dan masih pemula, membandingkan tulisan sendiri dengan penulis lain, serta takut dikritik dan dianggap jelek. Namun hal penting yang perlu kita sadari adalah "tak ada penulis yang sempurna". Tak ada penulis yang tulisannya langsung bagus dalam sekali coba. Setiap penulis pernah menulis sampah. Semuanya butuh proses hingga tulisan kita bisa jadi tulisan yang bagus. Kalau tidak percaya, coba periksa tulisan-tulisan awal dari blog orang terkenal. Tulisan itu pasti tidak sebagus tulisan mereka sekarang. Agar bisa melewati semua proses menjadi penulis yang baik, kita perlu percaya diri. Jika kita minder, bisa-bisa kita menyerah dan tak mau lanjut menulis lagi. Ada beberapa cara untuk mengatasi minder dalam menulis, antara lain: 1. Rutin berlatih Min...

Dua Wanita di Depan Katedral

  Dua orang wanita tua duduk di atas anak tangga, di depan pintu gerbang. Mereka menghadap keluar, ke halaman katedral, menyambut orang-orang yang datang seperti dua orang penjaga. Orang-orang datang dengan kendaraan pribadi mereka. Ada sebagian sepeda motor, namun tak sedikit mobil yang terparkir. Mobil berbaris seperti dalam pameran, makin lama makin banyak. Mereka yang datang mengenakan baju yang bersih dan indah. Mereka masuk gerbang dengan senyuman, mencelupkan jari mereka pada air suci dan membuat tanda salib. Mereka tidak menghiraukan dua wanita tadi, melirik pun tidak. Mungkin mereka menganggapnya seperti patung penjaga. Atau mungkin karena pakaian mereka jelek dan kotor, ditambah kerudung seadanya yang menutupi sebagian rambut mereka. Dua wanita ini ditemani kotak plastik di depan mereka, berharap orang-orang menaruh sesuatu di dalamnya. Mereka adalah penjaga yang setia. Mereka telah berada di sana bertahun-tahun. Setelah melihat mereka beberapa minggu, aku tak sangg...