Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cinta

Mitologi Cinta

Di zaman purba, manusia kurasa belum mencintai. Mereka hidup dengan hukum rimba dan bercinta dengan siapa mereka mau. Bisa jadi mereka bercinta dengan saudaranya, atau paman-bibinya, atau orang dari suku lain yang datang berperang. Hingga suatu hari manusia menciptakan lambang kesuburan dan menyembahnya. Wanita yang ideal digambarkan memiliki payudara dan pinggul yang besar. Lelaki menganggap wanita itu dapat melahirkan anak dengan sehat dan merawatnya dengan baik. Lelaki ideal digambarkan dengan dada yang bidang, tinggi-besar, cerdas, dan kaya. Wanita menganggap lelaki itu dapat melindunginya dan menjamin keselamatan keluarganya. Selebihnya, keindahan berarti simetri. Tiap bagian tubuh memiliki ukuran dan bentuk yang proporsional. Sejak itu manusia mulai menilai pasangannya, membandingkannya dengan yang ideal. Manusia membuat parameter-parameter dalam berpasangan. Saat sebagian atau seluruh parameter terpenuhi, manusia jatuh cinta! Saat itulah hukum rimba mulai patah. Dewa tua Ura...

Apa Itu Cinta Sebenarnya?

Seperti remaja pada umumnya, aku sempat berpacaran di masa sekolah. Rasanya indah dan lucu. Pacaran telah memberi drama yang menghibur masa sekolahku. Namun dari yang kulihat dan kurasakan, pacaran anak remaja bukanlah cinta yang sebenarnya. Jika kita cukup jujur pada diri sendiri, kurasa alasan kita dulu berpacaran adalah: penasaran, kesepian, dan gengsi. Sayangnya meski aku sudah 22 tahun, aku masih melihat teman-temanku tidak benar-benar mencintai. Mereka berhubungan seperti para remaja. Seharusnya cinta bukanlah sekadar memenuhi rasa penasaran, mengisi hidup yang sepi, atau menjaga gengsi. Cinta yang sebenarnya jauh lebih dari itu. Aku mengerti cinta yang sebenarnya saat merasa sangat spiritual. Saat itu aku pergi ke gereja tiap pagi dan berdoa rosario tiap malam. Rasanya damai dan tenang. Lalu suatu malam aku mengobrol dengan salah satu temanku. Dan tiba-tiba... rasanya aku mengerti cinta. Rasanya seperti aku mendapat intuisi. Aku merasa seperti anak kecil lagi. Aku tidak takut ap...