Setelah kupikir-pikir, banyak mitologi di dunia bersifat patriarki. Beberapa kisah menunjukkan pandangan orang-orang tersebut tentang perempuan. Kucoba menyelidiki secara kecil-kecilan tentang ini dengan melihat dari beberapa kisah mitologi.
Yang pertama, aku mengambil kisah Adam dan Hawa. Kisah ini ada di semua agama Abrahamik. Diceritakan Tuhan (yang digambarkan sebagai laki-laki) menciptakan Adam sebagai manusia pria pertama. Lalu Ia menciptakan Hawa sebagai pasangan Adam dari tulang rusuknya.
Memang “diambil
dari tulang rusuk” memberikan kesan setara antara laki-laki dan perempuan,
tetapi penggunaan kata ganti laki-laki untuk Tuhan dan penciptaan Adam terlebih
dulu sudah menggambarkan budaya patriarki.
Setelah itu,
mereka diperbolehkan memakan apa saja yang ada di surga itu kecuali buah dari
pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat (buah khuldi dalam Islam). Iblis
memperdaya Hawa sehingga ia memakan buah itu dan memberikannya pula pada
suaminya. Setelah mereka memakan buah itu, mereka sadar bahwa telanjang. Adam
menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan Iblis. Tuhan tahu mereka telah
melanggar perintah-Nya, sehingga Adam dan Hawa diusir dari surga dan tinggal di
bumi.
Kisah Fall of Man atau Kejatuhan Manusia itu
menggambarkan secara halus tentang perempuan yang menjadi penyebab jatuhnya
manusia.
Kisah serupa muncul dalam mitologi orang Dinka dari Sudan selatan. Diceritakan setelah
Dewa Pencipta menciptakan Garang (laki-laki pertama) dan Abuk (perempuan
pertama), Ia memberi mereka satu gandum tiap hari sebagai makanan. Tetapi
karena serakah, Abuk menanam, menumbuk, dan menggunakan gandum lebih banyak
dari yang diizinkan. Sang Dewa pun marah dan memutus tali penghubung antara
surga dan bumi. Saat surga dan bumi terpisah, muncullah penyakit, kesengsaraan,
dan kematian.
Satu lagi contoh
kisah berasal dari mitologi Yunani, yaitu Pandora. Dia adalah perempuan pertama yang diciptakan para dewa setelah Prometheus mencuri api
untuk manusia. Pandora dinikahkan dengan Epimetheus, saudara Prometheus dan
para dewa memberikan kotak (sebenarnya guci) sebagai hadiah pernikahan. Kotak
itu dilarang para dewa untuk dibuka. Namun Pandora penasaran dengan isinya
sehingga diintipnya kotak itu. Kontan dari dalam kotak keluar berbagai macam
masalah, malapetaka, penyakit, dan hal buruk lainnya. Meski begitu, di dalam
kotak tersisa satu cahaya kecil, yaitu harapan.
Tiga kisah dari tiga daerah berbeda tersebut memiliki beberapa persamaan, yaitu:
1. Tuhan atau dewa menciptakan manusia, pria dan wanita, yang pertama;
2. Manusia tinggal di utopia (surga atau tempat tanpa hal-hal buruk);
3. Perempuan pertama melakukan kesalahan;
4. Manusia tidak lagi tinggal di utopia (di bumi dengan hal-hal buruk).
Aku bukan
hendak membuktikan kalau perempuan memang akar dari masalah, tetapi lebih dari
itu, melalui kisah-kisah mitologi yang didengar sedari kecil, kita menerima ide
budaya patriarki di alam bawah sadar. Selain tiga kisah tadi, sebenarnya masih
banyak lagi kisah yang menunjukkan hal tersebut. Menerima ide itu atau tidak
adalah pilihan masing-masing orang. Tetapi dengan menyadari doktrinasi dalam
kisah-kisah itu, kita bisa menjadi lebih bijaksana.

Komentar
Posting Komentar