Kata dosen pembimbingku, yang penting adalah kehendak. Tapi setelah aku menyelidiki dan membaca beberapa artikel, aku menyimpulkan bahwa yang penting juga adalah percaya. Saat kita percaya sesuatu, kehendak itu akan mewujud lebih dekat dan intens. Dosen pembimbingku tidak percaya pada aliran determinisme, yang menganggap semua hal memiliki jalan yang sudah ditentukan. Dia tentu tidak percaya ramalan. Tapi saat kita percaya pada hal-hal itu, justru hal itulah yang akan mewujud. Pada beberapa cerita, justru saat kita percaya ramalanlah ramalan itu menjadi kenyataan. Misalnya pada cerita Kung Fu Panda. Saat Po percaya bahwa dirinyalah ksatria naga, percaya bahwa dirinya spesial (dari gulungan naga yang kosong), Po bisa mengalahkan musuhnya. Di cerita Kung Fu Panda 2, orang tua Chen si merak (kalau tidak salah nama) mengasingkan Chen dari kerajaan karena ramalan yang berkata bahwa dia akan membawa kehancuran. Tapi justru karena Chen diasingkan, dia ingin membawa kehancuran. Ceritan...