Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mitologi

Sedikit Pandangan tentang Ramalan

  Kata dosen pembimbingku, yang penting adalah kehendak. Tapi setelah aku menyelidiki dan membaca beberapa artikel, aku menyimpulkan bahwa yang penting juga adalah percaya. Saat kita percaya sesuatu, kehendak itu akan mewujud lebih dekat dan intens. Dosen pembimbingku tidak percaya pada aliran determinisme, yang menganggap semua hal memiliki jalan yang sudah ditentukan. Dia tentu tidak percaya ramalan. Tapi saat kita percaya pada hal-hal itu, justru hal itulah yang akan mewujud. Pada beberapa cerita, justru saat kita percaya ramalanlah ramalan itu menjadi kenyataan. Misalnya pada cerita Kung Fu Panda. Saat Po percaya bahwa dirinyalah ksatria naga, percaya bahwa dirinya spesial (dari gulungan naga yang kosong), Po bisa mengalahkan musuhnya. Di cerita Kung Fu Panda 2, orang tua Chen si merak (kalau tidak salah nama) mengasingkan Chen dari kerajaan karena ramalan yang berkata bahwa dia akan membawa kehancuran. Tapi justru karena Chen diasingkan, dia ingin membawa kehancuran. Ceritan...

Pandangan tentang Mitologi Yunani

  Aku belajar banyak tentang mitologi. Tak hanya mitologi Yunani, tapi juga mitologi lain dari seluruh dunia. Namun mitologi Yunani adalah salah satu yang paling menarik. Mitologi ini memiliki monster-monster fantastis. Cerita-ceritanya sering menunjukkan kekuasaan para dewa dan ketidakberdayaan manusia. Para dewa hidup abadi, berwujud rupawan, berkekuatan supranatural, dan bisa bertindak semau mereka, terkadang melebihi batas moral. Para dewa bisa memberi hadiah atau mengutuk siapa pun yang mereka inginkan. Beberapa dari mereka menikahi saudaranya, tapi berselingkuh dengan banyak makhluk lain. Para dewa di sini adalah wujud hasrat tanpa batas yang ingin dimiliki manusia. Berbeda dengan dewa Nordik yang takut akan kehancuran mereka saat perang akhir zaman Ragnarok, dewa Yunani selalu berkuasa. Bahkan dikatakan di akhir zaman, Zeus dan para dewa meninggalkan manusia yang tindakannya semakin buruk. Setelah itu Zeus pun menghancurkan manusia. Manusia di mitologi Yunani digambarkan t...

Mitologi Cinta

Di zaman purba, manusia kurasa belum mencintai. Mereka hidup dengan hukum rimba dan bercinta dengan siapa mereka mau. Bisa jadi mereka bercinta dengan saudaranya, atau paman-bibinya, atau orang dari suku lain yang datang berperang. Hingga suatu hari manusia menciptakan lambang kesuburan dan menyembahnya. Wanita yang ideal digambarkan memiliki payudara dan pinggul yang besar. Lelaki menganggap wanita itu dapat melahirkan anak dengan sehat dan merawatnya dengan baik. Lelaki ideal digambarkan dengan dada yang bidang, tinggi-besar, cerdas, dan kaya. Wanita menganggap lelaki itu dapat melindunginya dan menjamin keselamatan keluarganya. Selebihnya, keindahan berarti simetri. Tiap bagian tubuh memiliki ukuran dan bentuk yang proporsional. Sejak itu manusia mulai menilai pasangannya, membandingkannya dengan yang ideal. Manusia membuat parameter-parameter dalam berpasangan. Saat sebagian atau seluruh parameter terpenuhi, manusia jatuh cinta! Saat itulah hukum rimba mulai patah. Dewa tua Ura...

Makna Perempuan dari Sudut Pandang Mitologi

Setelah kupikir-pikir, banyak mitologi di dunia bersifat patriarki. Beberapa kisah menunjukkan pandangan orang-orang tersebut tentang perempuan. Kucoba menyelidiki secara kecil-kecilan tentang ini dengan melihat dari beberapa kisah mitologi. Yang pertama, aku mengambil kisah Adam dan Hawa. Kisah ini ada di semua agama Abrahamik. Diceritakan Tuhan (yang digambarkan sebagai laki-laki) menciptakan Adam sebagai manusia pria pertama. Lalu Ia menciptakan Hawa sebagai pasangan Adam dari tulang rusuknya. Memang “diambil dari tulang rusuk” memberikan kesan setara antara laki-laki dan perempuan, tetapi penggunaan kata ganti laki-laki untuk Tuhan dan penciptaan Adam terlebih dulu sudah menggambarkan budaya patriarki. Setelah itu, mereka diperbolehkan memakan apa saja yang ada di surga itu kecuali buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat (buah khuldi dalam Islam). Iblis memperdaya Hawa sehingga ia memakan buah itu dan memberikannya pula pada suaminya. Setelah mereka memakan buah it...