Salah satu ilmu yang paling kusenangi adalah bahasa. Bukan hanya bahasa sebagai cara komunikasi, tapi juga sebagai pembentuk pola pikir. Contoh yang paling terkenal mungkin bahasa Newspeak di novel 1984 karya George Orwell. Di situ bahasa Inggris dimodifikasi agar menjadi sederhana dan teratur, serta menghilangkan konsep-konsep seperti kebebasan atau demokrasi. Bahasa Newspeak dibuat untuk membatasi pola pikir masyarakat agar sejalan dengan kepentingan negara. Tak usah jauh-jauh, bahasa-bahasa di Indonesia pun dapat mencerminkan pola pikir masyarakatnya. Misalnya dalam bahasa Inggris, kita selalu gunakan kata “I”, “you”, dan “he/she”. Tapi dalam bahasa Indonesia, kita tak bisa sembarangan menggunakan kata “aku”, “kamu”, dan “dia”. Untuk orang yang dihormati, kita gunakan kata “saya”, “Anda”, dan “beliau”. Cara berbahasa ini membuat kita berpikir tentang kedudukan lawan bicara, apakah dihormati atau tidak. Dengan begitu kita dibentuk menjadi mawas diri pada kedudukan diri sendir...