Dari kemarin saya dengar beberapa kali orang ngomong soal overthinking. Yang satu pas lagi jalan, yang lain pas lagi di kafe, dan sisanya di sosmed. Rasanya terlalu random kalau semua itu kebetulan. Mungkin Semesta lagi ngirim pesan pada saya buat nulis ini. Tapi mungkin juga saya cuma overthinking soal overthinking.
Kata Google,
overthinking itu artinya berpikir berlebihan. Walau pun semua yang berlebihan
itu katanya nggak baik, tapi saya rasa overthinking itu baik-baik saja. Coba
lihat suatu tweet dari Mas @andihiyat berikut ini.
Kalau para pemuda itu nggak overthinking, bisa jadi Indonesia nggak jadi merdeka. Bisa jadi nggak ada acara tujuhbelasan (soalnya merdekanya nggak pas tanggal 17, hehe). Tapi kemungkinan terburuknya, bisa jadi kita masih dikuasai penjajah.
Maka kita perlu tahu
arti penting overthinking agar bisa berubah dan berkembang. Kita nggak boleh
mencegah overthinking. Soalnya kalau kita cegah, kita jadi nggak berpikir
matang-matang, dan malah bertindak asal-asalan.
Tapi kita pun nggak
boleh cuma overthinking, tanpa tindakan. Karena sejatinya overthinking adalah
sebuah proses. Para pemuda pun nggak cuma mikir, tapi juga bertindak sampai
Indonesia merdeka. Kalau para pemuda itu cuma mikir, sama saja seperti nggak
melakukan apa-apa. Persis seperti saya yang pengen jadi penulis, tapi nggak
nulis-nulis karena kebanyakan mikir, takut jelek, merasa nggak pede, takut
ditolak penerbit, dan lain-lain. Sama saja nggak melakukan apa-apa, cocok
banget sama meme di bawah.
Nah, tapi kita perlu obat untuk bisa keluar dari overthinking yang cuma mikir. Di bawah ini ada 5 cara mengobati overthinking.
1. Mengubah asumsi diri
Salah satu hal yang
membuat kita overthinking adalah asumsi soal diri sendiri. Misalnya kita
berpikir diri kita nggak cukup baik, kurang cakep sampai nggak ada yang mau,
kurang pintar sampai nggak lulus-lulus, merasa nggak kompeten karena nggak
segera dapet kerjaan, dan lain-lain. Kita suka membandingkan diri kita dengan
orang lain. Dengan mental seperti itu, hal yang kita cemaskan justru hal yang
akan datang.
Coba kita ubah asumsi diri menjadi lebih baik. Cara paling mudah adalah menatap diri sendiri di depan cermin sambil bicara hal yang positif. Misalnya, kamu bilang kalau kamu baik dan cakep dan sebentar lagi ada yang mau sama kamu. Atau kamu bilang kamu pinter dan bisa lulus sedikit lagi. Atau kamu bilang kamu kompeten dan tinggal butuh sedikit lagi usaha buat dapet kerjaan. Saat diri kita menghadapi kehidupan dengan senyum, dengan energi positif, maka Semesta dan orang-orang akan membalasnya juga dengan senyuman.
2. Mencari solusi permasalahan
Saat kita terjebak dalam
overthinking, terkadang kita cuma mikir masalahnya tanpa mikir solusinya.
Misalnya kita mikir kalau kita kurang cakep, kurang pintar, dan kurang
kompeten. Tapi kita nggak melakukan apa-apa dan nggak mikir solusinya. Dengan
pola pikir seperti itu, kita terjebak dan nggak bisa berkembang.
Kita perlu fokus pada pemecahan masalah. Kalau bingung, kamu bisa coba tuliskan pikiranmu dan alasan-alasan di baliknya. Misalnya kamu merasa kurang cakep karena gemuk dan banyak jerawat. Artinya, solusi yang kita butuhkan adalah olahraga atau diet, serta merawat wajah dengan obat jerawat. Saat kita merasa kurang pintar dan kurang kompeten, kita juga bisa punya solusi untuk belajar lebih giat.
3. Berani keluar dari zona nyaman
Kadang-kadang kita sudah tahu solusi yang kita butuhkan, tapi kita nggak melakukan karena sudah nyaman pada kondisi saat ini. Misalnya kita ingin kurus tapi malas olahraga atau diet. Atau kita ingin segera bekerja tapi takut melamar pekerjaan, takut ditolak. Semua skenario buruk itu cuma kecemasan yang berlebihan. Sama seperti sebelumnya, kita pun nggak akan berubah dan berkembang dengan mental seperti ini, kecuali kita berani menerima segala risiko dan melangkah keluar dari zona nyaman. Untuk mempermudah, cara ini bisa dilakukan dengan mencatat dan menjadwalkan kegiatan yang perlu dilakukan.
4. Mengabaikan pengaruh negatif dari lingkungan
Sekali pun kita sudah
bergerak keluar dari zona nyaman, kadang-kadang lingkungan kita kurang
mendukung. Misalnya lingkungan kita nyinyir, menertawakan, atau mematahkan
semangat. Kita nggak usah terlalu peduli dengan cibiran negatif orang lain.
Kita nggak perlu terbawa perasaan pada omongan mereka. Biasanya mereka yang
mencibir adalah mereka yang stagnan, nggak percaya kalau bisa berkembang. Nggak
perlu membalas dengan omongan, tunjukkan saja hasil yang akan kamu peroleh.
Pujilah dirimu sendiri setiap kali mengobati overthinking. Pujilah untuk setiap usaha yang sudah kamu lakukan.
5. Memiliki pola hidup sehat
Cara terakhir ini ampuh
sebagai obat segala penyakit, termasuk penyakit overthinking. Dengan memiliki
pola hidup sehat, misalnya berolahraga dan bermeditasi, dapat membuat pikiran
kita rileks dan jernih kembali. Biasanya overthinking terjadi di malam hari
sebelum kita tidur. Dengan tidur yang cukup dan teratur, kita bisa meminimalkan
benak-benak yang muncul berlebihan.
Akhir kata, dirgahayu Indonesia. Semoga kita dan seluruh bangsa kita dapat menggapai mimpi-mimpi kita dan terobati dari pikiran-pikiran yang berlebihan.
Bandung 17 Agustus 2020


Komentar
Posting Komentar