Langsung ke konten utama

Cara Terbaik Menjadi Produktif

Pada kehidupan modern saat ini, efisiensi adalah mata uang yang utama. Teknologi berlomba-lomba untuk jadi makin efisien. Misalnya akses internet yang jadi makin cepat, alat elektronik yang makin kecil dengan kapasitas makin besar, dan berbagai jasa yang makin mudah didapat hanya dengan ketukan jari di atas gawai.

Dunia makin lama bergerak makin cepat dan kita tertuntut untuk jadi lebih produktif. Namun di masa pandemi, yang terjadi seringkali malah sebaliknya. Semuanya dapat dilakukan dari rumah dan kita jadi malas untuk bergerak dan beraktivitas. Jangan sampai jadi seperti Patrick di meme berikut.

Pandemi bukan alasan bagi kita untuk berpangku tangan. Entah dalam kondisi apa pun, kita selalu bisa mengembangkan diri dan jadi produktif. Satu cara efektif yang saya pakai selama beberapa tahun ini adalah membuat jadwal sebelum tidur di malam hari.

Membuat jadwal nggak sesimpel kedengarannya. Ada beberapa hal yang nggak boleh asal dan harus diperhatikan biar lebih efektif dan bisa diaplikasikan terus-menerus.

1. Atur waktu tidur yang teratur

Wajarnya manusia butuh tidur selama 8 jam. Aturlah waktu tidur yang cukup di jadwal yang kamu buat. Kurang tidur dan kebanyakan tidur sama-sama membuat tubuh nggak sehat dan nggak produktif bekerja. Usahakan jam tidur yang sama setiap hari agar tubuhmu terbiasa dengan jam biologis yang kamu susun untuk istirahat. Lebih bagus lagi kalau kita tidur lebih awal sehingga bisa bangun lebih awal juga di pagi hari. Misalnya tidur dari jam 9 malam sampai jam 5 pagi. Bangun pagi akan membuat tubuh kita jadi lebih segar dan sehat.

2. Jadwalkan pola hidup sehat

Selain membuat tubuh lebih bugar, pola hidup sehat juga membuat pikiran menjadi lebih segar. Jadwalkan olahraga ringan atau meditasi secara teratur. Makanlah makanan yang bergizi 3 kali sehari. Sarapan sangat penting agar kita bisa mengawali hari dengan penuh energi.

3. Tetapkan target dan prioritas

Dalam membuat jadwal sebelum tidur, susun kegiatan yang akan kamu lakukan sesuai prioritas. Lakukan hal-hal yang penting dan mendesak lebih dulu. Hal-hal yang kurang penting dan kurang mendesak bisa dikerjakan di akhir hari. Kalau pun tidak sempat, hal-hal itu bisa dikerjakan di hari selanjutnya tanpa masalah.

4. Fokus pada satu pekerjaan

Multi-tasking nggak membuat banyak pekerjaan jadi cepat selesai. Multi-tasking akan membuat otakmu nggak fokus dan terpecah-pecah. Buatlah satu jadwal pekerjaan untuk satu waktu. Fokuslah hanya pada pekerjaan itu. Hindari juga distraksi, seperti sosmed dan game. Matikan notifikasi sosmed selama bekerja. Kalau perlu, taruh HP di tempat yang jauh dan sulit digapai.

5. Jangan lupakan quality time

Kita semua tetap perlu waktu rehat dalam bekerja. Jadi produktif bukan berarti anti-sosial dan nggak bisa bersenang-senang. Jadwalkan juga hal-hal yang menyenangkan di waktu senggang, misalnya bermain game, membuka sosmed, atau nongkrong bareng. Saat kita jenuh di tengah pekerjaan, boleh juga kita sisihkan waktu beberapa menit untuk rehat sejenak.

6. Evaluasi jadwalmu tiap hari

Karena kita menyusun jadwal tiap hari, kita bisa mengevaluasi jadwal itu tiap hari juga. Seringkali jadwal yang kita susun terlalu ideal dan perfeksionis. Namun tetap saja nggak ada yang sempurna dan rencana nggak selalu sesuai sama kenyataan. Kamu bisa atur ulang jangka waktu kegiatan jadi lebih realistis. Dan kalau kamu berhasil melewati hari sesuai jadwalmu, apresiasilah dirimu sendiri. Artinya, kamu berhasil berkembang jadi lebih produktif.

Selamat mencoba!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Bahasa Sendiri

Bahasa buatan atau sering disebut  conlang  ( constructed language ) adalah bahasa yang sengaja dibentuk seseorang atau sekelompok orang untuk tujuan tertentu.  Conlang  biasanya dibuat sebagai penunjang dunia fiksi, seperti bahasa Elf dalam The Lord of The Ring atau bahasa Klingon dalam Star Wars. Namun ada juga  conlang  yang dibuat sebagai bahasa internasional alternatif, misalnya Esperanto. Entah apa pun tujuannya, membuat bahasa bisa sangat menarik dan memperluas wawasan linguistik. Berikut disajikan beberapa langkah membuat bahasa. 1. Suara / fonologi Tentukan jenis suara yang mau kamu masukkan dalam bahasamu. Kamu bisa memakai suara seperti pada bahasa Indonesia atau bahasa lain yang kamu pelajari. Huruf vokal umumnya ada 5, yaitu a, e, i, o, dan u. Tapi kamu bisa membuat variasi, misalnya ada 3 huruf vokal a, i, dan u seperti dalam bahasa Arab. Bisa juga kamu buat vokal-vokal a, ae, e, eo, eu, i, o, u seperti dalam bahasa Korea. Konsonan pun tak han...

Cara Mengatasi Minder dalam Menulis

Banyak orang suka menulis, namun tak semuanya mau menerbitkan tulisannya. Mereka yang baru terjun dalam dunia kepenulisan biasanya minder atau kurang percaya diri. Ada banyak alasan seseorang bisa minder, antara lain: merasa belum ahli dan masih pemula, membandingkan tulisan sendiri dengan penulis lain, serta takut dikritik dan dianggap jelek. Namun hal penting yang perlu kita sadari adalah "tak ada penulis yang sempurna". Tak ada penulis yang tulisannya langsung bagus dalam sekali coba. Setiap penulis pernah menulis sampah. Semuanya butuh proses hingga tulisan kita bisa jadi tulisan yang bagus. Kalau tidak percaya, coba periksa tulisan-tulisan awal dari blog orang terkenal. Tulisan itu pasti tidak sebagus tulisan mereka sekarang. Agar bisa melewati semua proses menjadi penulis yang baik, kita perlu percaya diri. Jika kita minder, bisa-bisa kita menyerah dan tak mau lanjut menulis lagi. Ada beberapa cara untuk mengatasi minder dalam menulis, antara lain: 1. Rutin berlatih Min...

Dua Wanita di Depan Katedral

  Dua orang wanita tua duduk di atas anak tangga, di depan pintu gerbang. Mereka menghadap keluar, ke halaman katedral, menyambut orang-orang yang datang seperti dua orang penjaga. Orang-orang datang dengan kendaraan pribadi mereka. Ada sebagian sepeda motor, namun tak sedikit mobil yang terparkir. Mobil berbaris seperti dalam pameran, makin lama makin banyak. Mereka yang datang mengenakan baju yang bersih dan indah. Mereka masuk gerbang dengan senyuman, mencelupkan jari mereka pada air suci dan membuat tanda salib. Mereka tidak menghiraukan dua wanita tadi, melirik pun tidak. Mungkin mereka menganggapnya seperti patung penjaga. Atau mungkin karena pakaian mereka jelek dan kotor, ditambah kerudung seadanya yang menutupi sebagian rambut mereka. Dua wanita ini ditemani kotak plastik di depan mereka, berharap orang-orang menaruh sesuatu di dalamnya. Mereka adalah penjaga yang setia. Mereka telah berada di sana bertahun-tahun. Setelah melihat mereka beberapa minggu, aku tak sangg...