Langsung ke konten utama

Tips Belajar Menjadi Penulis


Sejak kecil aku suka membaca dan membuat cerita. Aku bercita-cita menjadi penulis buku best-seller. Walau pun kuliah di jurusan kimia, aku tak bisa menyangkal kalau aku selalu ingin menjadi penulis. Aku tak bisa membayangkan kerja kantoran 8 jam sehari, melakukan hal yang sama persis terus-menerus sepanjang hidup. Terlalu monoton dan membosankan untuk jiwaku yang bebas.

Setelah lulus kuliah dan terpapar oleh kondisi pandemi, aku mengisi waktuku dengan menulis. Aku mencoba serius menjadi penulis. Tadinya aku tak pernah percaya diri pada tulisanku. Aku terlalu perfeksionis. Aku hanya berbagi ceritaku pada teman-teman terdekat. Dulu aku merasa tulisanku belum layak untuk diterbitkan atau disebarkan secara luas.

Untuk mengisi waktu luang, aku sempat ikut pelatihan menulis online. Di sana dijabarkan cara-cara menulis yang secara tak sadar sudah kuterapkan. Aku juga sempat bertanya-tanya pada seorang kenalan yang bukunya sudah diterbitkan di Gramedia. Aku ingin belajar serius jadi penulis. Aku ingin tahu tips dan trik menulis yang baik hingga bisa diterbitkan di toko buku.

Setelah kuperhatikan lagi, tulisanku tak kalah bagus dari mereka. Aku hanya perlu percaya diri dan berlatih sedikit lagi. Kalau kita memang jujur dan percaya pada mimpi, tak ada hal yang tak mungkin dicapai.

Secara garis besar, tips yang kudapat adalah:

1. Banyak membaca dan menulis

Semakin banyak membaca, semakin banyak perbendaharaan kata yang kita serap. Kita juga bisa belajar cara menulis dengan membaca buku-buku yang bagus dan terkenal. Untuk bisa menulis yang baik, kita juga harus memperbanyak tulisan. Semakin banyak tulisan yang kita tulis, semakin kita luwes dalam menulis. Kita juga bisa mengevaluasi tulisan-tulisan lama kita agar bisa jadi lebih baik.

2. Membuat blog

Menurutku cara paling baik untuk disiplin menulis adalah membuat blog. Dengan blog, kita bisa menulis curahan hati kita. Selain untuk belajar, juga untuk aktualisasi diri. Kita juga bisa belajar lebih soal programming dalam blog, serta belajar memperoleh uang tambahan dari blog. Buatlah target menulis, misalnya satu pos tiap hari.

3. Sebarkan di platform kepenulisan

Tak perlu malu untuk menyebarkan tulisan secara luas. Siapa saja bisa menulis dan setiap tulisan memiliki porsi pembaca masing-masing. Gunakan platform kepenulisan, seperti Wattpad atau Storial. Di situ kamu bisa mendapat respons dari seluruh Indonesia. Kamu bisa tahu apa yang kurang dan belajar dari respons mereka. Kalau kamu terus mengembangkan tulisanmu hingga terkenal, kamu bisa menjadi jauh lebih percaya diri. Bukumu pun niscaya akan diterima penerbit!

Untuk kalian yang ingin jadi penulis juga, jangan menyerah, ya! Mari kita belajar dan gapai cita-cita kita bersama!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Pandangan tentang Agama

Aku dan teman-temanku suka nongkrong di kafe. Kami mengobrolkan apa pun, baik itu gosip teman sendiri, kemahasiswaan, isu hangat, hingga filsafat dan agama. Gaya pergulan kami terasa akrab namun kasar. Satu informasi hangat bisa menyebar dengan cepat seangkatan. Tanpa perlu media massa, kami secara sukarela menyebarnya. Kasarnya adalah saling ejek, namun tanpa dimasukkan ke hati. Kami bahkan terkadang memanggil teman kami dengan SARA, tapi kami biasa saja. Malam kemarin aku berniat mengerjakan skripsi di suatu kafe milik kakak tingkat. Sampai suatu titik aku bosan dan mengobrol dengan teman-temanku. Aku yang tertarik dengan bahasa dan agama, akhirnya belajar iqro’ dengan mereka. Sudah lama aku ingin bisa membaca tulisan Arab. Aku ingin bisa membaca Alquran. Aku ingin mempelajari agama-agama lain dan melihat sudut pandangnya terhadap dunia. Teman-temanku lalu membahas doa-doa tertentu, seperti doa makan, doa sebelum tidur, doa bangun pagi, dan lain-lain. Tapi muncul banyak pertany...

Cara Membuat Bahasa Sendiri

Bahasa buatan atau sering disebut  conlang  ( constructed language ) adalah bahasa yang sengaja dibentuk seseorang atau sekelompok orang untuk tujuan tertentu.  Conlang  biasanya dibuat sebagai penunjang dunia fiksi, seperti bahasa Elf dalam The Lord of The Ring atau bahasa Klingon dalam Star Wars. Namun ada juga  conlang  yang dibuat sebagai bahasa internasional alternatif, misalnya Esperanto. Entah apa pun tujuannya, membuat bahasa bisa sangat menarik dan memperluas wawasan linguistik. Berikut disajikan beberapa langkah membuat bahasa. 1. Suara / fonologi Tentukan jenis suara yang mau kamu masukkan dalam bahasamu. Kamu bisa memakai suara seperti pada bahasa Indonesia atau bahasa lain yang kamu pelajari. Huruf vokal umumnya ada 5, yaitu a, e, i, o, dan u. Tapi kamu bisa membuat variasi, misalnya ada 3 huruf vokal a, i, dan u seperti dalam bahasa Arab. Bisa juga kamu buat vokal-vokal a, ae, e, eo, eu, i, o, u seperti dalam bahasa Korea. Konsonan pun tak han...

Dua Wanita di Depan Katedral

  Dua orang wanita tua duduk di atas anak tangga, di depan pintu gerbang. Mereka menghadap keluar, ke halaman katedral, menyambut orang-orang yang datang seperti dua orang penjaga. Orang-orang datang dengan kendaraan pribadi mereka. Ada sebagian sepeda motor, namun tak sedikit mobil yang terparkir. Mobil berbaris seperti dalam pameran, makin lama makin banyak. Mereka yang datang mengenakan baju yang bersih dan indah. Mereka masuk gerbang dengan senyuman, mencelupkan jari mereka pada air suci dan membuat tanda salib. Mereka tidak menghiraukan dua wanita tadi, melirik pun tidak. Mungkin mereka menganggapnya seperti patung penjaga. Atau mungkin karena pakaian mereka jelek dan kotor, ditambah kerudung seadanya yang menutupi sebagian rambut mereka. Dua wanita ini ditemani kotak plastik di depan mereka, berharap orang-orang menaruh sesuatu di dalamnya. Mereka adalah penjaga yang setia. Mereka telah berada di sana bertahun-tahun. Setelah melihat mereka beberapa minggu, aku tak sangg...