Langsung ke konten utama

Law of Attraction: Cara Mengubah Impian jadi Kenyataan


Pernahkah kamu merasa apa yang kamu bayangkan jadi nyata? Pernahkah kamu merasa apa yang kamu katakan benar-benar terjadi di kemudian hari? Aku sering merasakan itu, hingga kupikir aku bisa meramal masa depan. Baru beberapa bulan lalu aku mengerti, kalau aku menggunakan "law of attraction" secara tak sadar.

Law of attraction atau hukum ketertarikan, berkata bahwa kita selalu menarik apa yang kita pikirkan. Kalau kita fokus pada kesedihan dan hal-hal negatif, hal itu pulalah yang tertarik pada kita. Kalau kita fokus pada pikiran positif dan percaya tujuan kita akan tercapai, jalan ke sana akan muncul di hadapan kita. Kita mengirimkan energi berupa pikiran dan emosi ke Semesta, lalu memperoleh kembali apa yang telah dikirimkan.

Misalnya di suatu kompetisi, aku pernah merasa tidak percaya diri dan tak layak menang. Hasilnya, bisa ditebak, aku tak menang. Sebaliknya saat penerimaan mahasiswa baru, aku melihat anak-anak berprestasi dipamerkan di depan gedung Sabuga ITB dan bersalaman dengan rektor. Aku membatin dengan yakin saat itu, "Suatu hari nanti aku akan jadi seperti mereka". Dan benar saja, dua tahun kemudian aku bersalaman dengan rektor disaksikan ribuan pasang mata, akibat prestasiku di olimpiade.

Dan banyak lagi bayanganku yang jadi kenyataan, seperti hubungan asmara dan cerita kemahasiswaan. Namun sama halnya dengan hal-hal baik, aku pun menarik hal-hal buruk. Nah, bagaimana cara mengubah impian jadi kenyataan? Di bawah ini disajikan beberapa cara versiku.

1. Berpikir positif seakan impianmu sudah jadi nyata

Law of attraction adalah hukum yang selalu berlaku, sama seperti hukum-hukum fisika. Semua pikiranmu akan mewujud di dunia luar. Karena itu kita harus hati-hati dalam berpikir dan merasakan. Cara termudah berpikir positif antara lain: meditasi, menulis catatan harian yang berisi kalimat-kalimat positif, serta visualisasi impianmu jadi nyata.

Hal yang perlu digaris bawahi di sini adalah "seakan impianmu sudah jadi nyata". Jika kita berasumsi impian kita sudah jadi nyata, tentu kita akan bahagia. Kita tidak boleh merasa kekurangan. Kita tidak boleh merasa impian kita masih jauh dan kita tidak layak. Pola pikir seperti itu akan menjauhkan impian kita dari kenyataan. Sadarilah bahwa kita layak dan impian kita sedang tiba.

2. Mempersiapkan dan memantaskan diri

Kita perlu tumbuh dan berkembang dalam menggapai impian kita. Kita perlu mempersiapkan diri dan memantaskan diri. Jika kita ingin mendapat pasangan hidup, persiapkanlah diri dengan menjadi orang yang baik dan menyebarkan cinta pada sesama. Jika kita ingin mendapat pekerjaan, pantaskan diri dengan belajar banyak keahlian tambahan serta memperbaiki CV.

3. Berserah dan percaya pada Semesta

Ada yang bilang, usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Tapi menurutku itu salah. Jika kita berusaha sekuat tenaga namun diliputi oleh rasa takut gagal atau rasa terpaksa atau emosi negatif lain, maka hasilnya pun tidak sesuai ekspektasi. Ambisi yang berlebihan pun menunjukkan kalau kamu sangat bergantung pada hasil.

Seharusnya jika kamu percaya impianmu jadi nyata, kamu tidak perlu khawatir apa pun. Kamu akan berusaha semaksimal mungkin dan menyerahkan semuanya pada Semesta. Kamu percaya Semesta akan memberikan yang terbaik. Di saat-saat kamu berserah dan tidak memikirkan hasilnya, saat itu juga impianmu terwujud.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Bahasa Sendiri

Bahasa buatan atau sering disebut  conlang  ( constructed language ) adalah bahasa yang sengaja dibentuk seseorang atau sekelompok orang untuk tujuan tertentu.  Conlang  biasanya dibuat sebagai penunjang dunia fiksi, seperti bahasa Elf dalam The Lord of The Ring atau bahasa Klingon dalam Star Wars. Namun ada juga  conlang  yang dibuat sebagai bahasa internasional alternatif, misalnya Esperanto. Entah apa pun tujuannya, membuat bahasa bisa sangat menarik dan memperluas wawasan linguistik. Berikut disajikan beberapa langkah membuat bahasa. 1. Suara / fonologi Tentukan jenis suara yang mau kamu masukkan dalam bahasamu. Kamu bisa memakai suara seperti pada bahasa Indonesia atau bahasa lain yang kamu pelajari. Huruf vokal umumnya ada 5, yaitu a, e, i, o, dan u. Tapi kamu bisa membuat variasi, misalnya ada 3 huruf vokal a, i, dan u seperti dalam bahasa Arab. Bisa juga kamu buat vokal-vokal a, ae, e, eo, eu, i, o, u seperti dalam bahasa Korea. Konsonan pun tak han...

Cara Mengatasi Minder dalam Menulis

Banyak orang suka menulis, namun tak semuanya mau menerbitkan tulisannya. Mereka yang baru terjun dalam dunia kepenulisan biasanya minder atau kurang percaya diri. Ada banyak alasan seseorang bisa minder, antara lain: merasa belum ahli dan masih pemula, membandingkan tulisan sendiri dengan penulis lain, serta takut dikritik dan dianggap jelek. Namun hal penting yang perlu kita sadari adalah "tak ada penulis yang sempurna". Tak ada penulis yang tulisannya langsung bagus dalam sekali coba. Setiap penulis pernah menulis sampah. Semuanya butuh proses hingga tulisan kita bisa jadi tulisan yang bagus. Kalau tidak percaya, coba periksa tulisan-tulisan awal dari blog orang terkenal. Tulisan itu pasti tidak sebagus tulisan mereka sekarang. Agar bisa melewati semua proses menjadi penulis yang baik, kita perlu percaya diri. Jika kita minder, bisa-bisa kita menyerah dan tak mau lanjut menulis lagi. Ada beberapa cara untuk mengatasi minder dalam menulis, antara lain: 1. Rutin berlatih Min...

Dua Wanita di Depan Katedral

  Dua orang wanita tua duduk di atas anak tangga, di depan pintu gerbang. Mereka menghadap keluar, ke halaman katedral, menyambut orang-orang yang datang seperti dua orang penjaga. Orang-orang datang dengan kendaraan pribadi mereka. Ada sebagian sepeda motor, namun tak sedikit mobil yang terparkir. Mobil berbaris seperti dalam pameran, makin lama makin banyak. Mereka yang datang mengenakan baju yang bersih dan indah. Mereka masuk gerbang dengan senyuman, mencelupkan jari mereka pada air suci dan membuat tanda salib. Mereka tidak menghiraukan dua wanita tadi, melirik pun tidak. Mungkin mereka menganggapnya seperti patung penjaga. Atau mungkin karena pakaian mereka jelek dan kotor, ditambah kerudung seadanya yang menutupi sebagian rambut mereka. Dua wanita ini ditemani kotak plastik di depan mereka, berharap orang-orang menaruh sesuatu di dalamnya. Mereka adalah penjaga yang setia. Mereka telah berada di sana bertahun-tahun. Setelah melihat mereka beberapa minggu, aku tak sangg...